“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukan sekali-kali, karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya, tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya; menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”(Surat Kartini ke Prof.Anton n Nyonya,1902).
Surat kartini.. Yang begitu menyentuh hati..
Tapi memang benar adanya, apa yang diutarakan Ibu Kartini..
Walaupun hanya menjadi Ibu Rumah Tangga..
Perempuan-perempuan di mana pun berada tetap harus mengenyam pendidikan
Kalau bisa setinggi mungkin..
Agar bisa membimbing calon generasi penerus menjadi generasi yang berkualitas, bermoral, dan berdedikasi..
Ehehe.. Agak berat yaa..
Coba bayangkan..
Pendidikan saat ini, menuntut seorang siswa untuk mampu menguasai materi pelajarannya sendiri
Berbeda dengan mereka yang bersekolah 10 tahun lalu..
Guru di sekolah akan mencurahkan setiap detail mengenai materi yang sedang dipelajari..
Jadi, kalau anak sekarang tidak bertanya kepada Ibunya.. Kepada siapa lagi?
Jangan diremehkan yaa profesi Ibu..
Tak heran mamaku menyuruhku mempelajari banyak hal.. Sampai-sampai terkadang aku dianggap mesin fotokopi yang bisa menyalin ke dalam memori otak tentang ini itu..
Dari matematika, bahasa, memasak, berhias..
Ternyata.. Sosok Ibu di mata anak.. Adalah segalanya..
Dari mulai bangun tidur.. Ibu harus menyiapkan semua keperluan anak dan suami..
Menyiapkan sarapan, dan perbekalan..
Kemudian menata rumah, memasak makan siang..
Membantu anaknya mengerjakan pekerjaan rumah..
Harus juga mampu mempercantik diri
Selain juga meladeni suami..
Yang lebih hebatnya, para perempuan yang juga berkarier..
Belum selesai pekerjaan kantor, harus memikirkan nanti malam mau menghidangkan apa..
Waaww... Sungguh pekerjaan yang tiada akhir..
Menjadi Ibu.. Ternyata tidak mudah..
Kalau anak sakit, ibu yang repot..
Kalau suami sakit, ibu juga yang repot..
Tapi kalau ibu sakit.. Pasti keseimbangan di rumah kacau balau..
Hehe.. Bener ngga?
Berbanggalah wahai kaum Ibu.. Emansipasi wanita yang dimaksud Ibu Kartini adalah..
Kesamaan dalam mengenyam pendidikan.. Bukan emansipasi asal-asalan..
Sehingga mengesampingkan karier utama perempuan sebagai Ibu.. Karier yang tidak ada batasan umur pensiun.. Jadi, siapkah anda menjadi Ibu seperti Ibu Kartini?
Rabu, 09 Juni 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar